Berita

Amerika Ngotot Adili Militer Myanmar, Tapi Rusia Membelanya

Krisis Rohingya

Kanalislam.com – Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa kembali bersidang untuk membahas krisis yang menimpa Muslim Rohingya di kantor pusat PBB, New York, Amerika Serikat, Kamis (28/9) waktu setempat. Dalam kesempatan itu, Amerika Serikat (AS) menyatakan militer Myanmar harus diadili atas kekejaman yang mereka lakukan.

Menurut Duta Besar AS untuk PBB Nikki Haley. Pemerintah Myanmar melalui tangan-tangan militer mereka telah melakukan aksi brutal dan berkelanjutan untuk membersihkan negara tersebut dari minoritas Muslim Rohingya. Nikki menjelaskan, semua pihak harus mempertimbangkan tindakan nyata terhadap militer Myanmar. Sebab, mereka terlibat dalam pelanggaran HAM, sehingga memicu kebencian di antara sesama warga Negara Myanmar.

Menurut dia, militer Myanmar harus segera menyudahi kekerasan terhadap Muslim Rohingya. Tidak hanya itu, orang-orang yang dituduh melakukan pelanggaran harus segera diadili. Myanmar, lanjul Nikki, juga harus membuka akses bantuan seluas-scluasnya untuk badan-badan PBB ataupun organisasi organisasi kemanusiaan lainnya. Myanmar juga harus berkomitmen menyambut semua orang yang telah mengungsi untuk kembali ke rumah asalnya.

Komentar Nikki disampaikan bersamaan dengan tenggelamnya sebuah kapal yang mengangkut pengungsi Rohingya yang hendak menyeberang ke Bangladesh. Tercatat sebanyak 19 orang tewas, 27 orang selamat, dan lebih dari 50 orang hilang.

Sidang ini merupakan tindak lanjut dari aksi kekejainan militer Myanmar terhadap Muslim Rohingya di Rakhine. Berkali-kali militer berdalih hanya menanggapi serangan oleh gerilyawan Rohingya, 25 Agustus lalu. Sampai sekarang telah lehih dari 500 ribu orang Muslim Rohingya mengungsi ke Bangladesh.

Mereka mengungsi setelah permukiman mereka menjadi sasaran operasi militer Myanmar. Tidak sedikit dari mereka yang tewas akibat operasi terscbut. Mcnurut Menteri Luar Negeri Bangladesh Abul Hasan Mahmood Ali, sekitar 3.000 orang Rohingya tcwas okibat kekerasan yang dilakukan militer Myanmar.

Meskipun ditekan bertubi-tubi oleh berbagai negara di dunia. Myanmar tidak gentar. Khusus di PBB, negara yang dulu bcrnama Burma ini didukung dua negara anggota Dewan Keamanan PBB. yaitu Cina dan Rusia. Masyarakat internasional harus menyadari kesulitan yang dihadapi Pemerintah Myanmar.

Duta Besar Rusia untuk PBB Vassily Nebenzia menuding para gerilyawan Rohingya di balik krisis di Rakhine. “Kita harus sangat berhati-hati saat membicarakan pembersihan etnis dan genosida,” katanya. Nebenzia mengingatkan tekanan berlebih terhadap Pemerintah Myanmar hanya akan memperburuk situasi di negara tcrscbut ataupun negara-negara sekitanya.

Sekretaris Jenderal PRB Antonio Guterres menilai, kekerasan terhadap Rohingya di Rakhine telah menghadirkan krisis kemanusiaan. Jumlah pengungsi terus bertambah dan hal ini sebagai mimpi buruk kemanusiaan dan hak asasi manusia. Sebelumnya. Guterres menyebut krisis Rohingya sebagai pembersihan etnis. Namun, frasa ini tidak diulangi dalam kesempatan tersebut. Guterres pun memperingatkan kemungkinan tambahan 250 ribu Muslim Rohingya dari pusat negara bagian Rakhine. Hal ini akan terjadi bila Myanmar tidak menghentikan operasi militernya di daerah tersebut.

Adapun Muslim Rohingya yang telah melarikan diri ke Bangladesh, menurut Guterres, diketahui mengalami pelanggaran hak asasi manusia berat. Mereka yang melarikan diri, terutama anak-anak, wanita, dan orang tua. Testimoni mereka menunjukkan kekerasan dan pelanggaran hak asasi manusia yang berat, termasuk penembakan senjata secara brutal, pemasangan ranjau darat, serta kekerasan scksual, katanya.

Penasihat keamanan nasional Myanmar U Thaung Tun kcmbali berdalih krisis Rohingya dipicu aksi terorisme oleh gerilyawan Rohingya. Konflik ini pun tidak didasarkan pada agama sebagaimana tudingan banyak kalangan. Dia pun mondesak Dewan Keamanan PBB untuk tidak mengambil tindakan yang dapat memperburuk situasi.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

35 − = 26

Terpopuler

To Top
%d blogger menyukai ini: