Renungan

Arti Anak Dalam Perspektif Al-Qur’an Bagi Orang Tua

Arti Anak Dalam Perspektif Al-Quran

Kanalislam.com – Anak adalah suatu titipan yang diberikan kepada orang tua. Orang tua wajib menjaga, mendidik, merawat anak agar tumbuh menjadi manusia yang memiliki kepribadian baik. Anak adalah hasil cinta kedua orang tua, buah hati, pelengkap keceriaan rumah tangga, pelipur lara, penerus cita-cita serta pelindung orang tua di masa yang akan datang.

Kadang kala tak semua anak dilahirkan untuk memberikan kebahagiaan kepada orang tua. Ada kalanya memiliki anak akan memberikan penderitaan kepada orang tua. Oleh karena itu anak dalam perspektif Al-Qur’an hubungannya dengan orang tua di bagi menjadi 4 golongan.

1. Anak sebagai ujian (FITNATUN)
Anak dalam perspektif Al-Quran menjadi fitnah atau cobaan ketika anak menjadi anak yang durhaka seperti membunuh, mengkonsumsi narkoba, berbuat zina serta masih banyak lainnya. Hal ini sesuai dengan QS. Al-Anfal : 28 yang artinya:
“dan ketahuilah, bahwa hartamu dan anak-anakmu itu hanyalah sebagai cobaan dan sesungguhnya di sisi Allah-lah pahala yang besar.”

2. Anak sebagai penyejuk hati ( QUROATUL ‘UYUN)
Alangkah bahagianya memiliki seorang anak yang dapat menyejukkan hati orang tua, menyenangkan orang tua. Anak yang seperti inilah anak sebagai quroatul ‘uyun. Anak yang selalu taat beribadah kepada Allah, selalu menghormati orang tua. Hal ini sesuai dengan QS. Al-Furqan : 74 yang artinya:
“dan orang-orang yang berkata: “Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penenang hati (kami, dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa.”

3. Anak sebagai perhiasan dunia (ZINATUN HAYAT)
Orang tua yang memilki anak yang selalu memberikan prestasi serta memberikan kebanggaan kepada orang tua ini adalah anak sebagai perhiasan dunia. Hal ini sesuai dengan QS. Al-Kahfi: 46 yang artinya: “harta dan anak-anak adalah perhiasan di dunia tetapi amalan-amalan yang kekal lagi lebih saleh adalah lebih baik pahalanya disisi Tuhanmu serta lebih baik untuk menjadi harapan.”

4. Anak sebagai musuh (‘ADDUWUN)
Yang di maksud musuh adalah anak yang menjerumuskan orang tuanya ke hal-hal yang bahaya.

Semoga anak-anak kami menjadi penyejuk hati bagi orang tuanya, didiklah anak dengan agama niscaya anak akan menjadi pribadi yang lebih baik. Dan semoga anak dalam perspektif islam ini bermanfaat untuk semua, amin.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

− 3 = 1

Terpopuler

To Top
%d blogger menyukai ini: