Syiar

Kapan Nikah? Yang Terakhir Haram Kalau…

Hukum Nikah Dalam Perspektif Islam

Kanalislam.com – Menikah menurut Islam di bagi menjadi lima hukum yaitu wajib, sunnah, dan mubah, makruh, haram. Kapan menikah akan dikatakan wajib, sunnah dan mubah? Pernikahan dalam perspektif islam yaitu menikah adalah sesuatu yang sudah tidak diragukan lagi, menikah merupakan ibadah yang harus di lakukan seseorang.

Ketika seorang lelaki normal pada masa pubertas ia akan mengalami mimpi basah, maka dari itu Rasulullah SAW memerintahkannya untuk segera menikah atau berpuasa untuk menahan diri dari hal-hal yang menyesatkan karena sejatinya hal ini sangatlah berbahaya.

Seseorang diwajibkan untuk menikah ketika ia sudah maupun secara finansial, mampu secara fisik dan mampu secara lahir serta ketika ia menikah ia tidak mengurangi amalan yang dilakukan sebelum menikah atau bahkan menambah amalan setelah menikah, serta seseorang akan khawatir terjerumus maka di saat semua sarat terpenuhi wajib bagi dirinya untuk menikah. Apabila seseorang yang sudah memenuhi syarat untuk menikah tapi ia tidak melaksanakannya maka ia termasuk melalukan dosa.

Sedangkan menikah dikatakan sunnah, pernikahan dalam perspektif Islam dikatakan sunnah apabila seseorang sudah mampu secara fisik, mampu secara finansial dan mampu secara lahir namun setelah menikah amalan yang dilakukan berubah maka hukum menikah baginya adalah sunnah. Hal ini dilakukan hanya semata-mata untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Adapun menikah hukumnya mubah yaitu pernikahan dalam perspektif Islam mengatakan menurut Imam Syafi’i hukum nikah ini boleh dilakukan dan boleh ditinggalkan karena tujuan menikah ini hanya untuk memenuhi syahwat serta kenikmatan semata.

Menikah itu haram jika laki-laki menikah tetapi tidak mampu menafkahi anak dan istrinya secara lahir dan batin atau dalam keadaan perang maka diharamkan baginya untuk menikah.

Menikah itu makruh, ketika seseorang yang miskin lalu ia tidak memiliki syahwat maka hukum menikah baginya adalah makruh karena hal ini akan menyebabkan ia meninggalkan perbuatan yang taat.

Adapun hukum pernikahan dalam perspektif Islam sesungguhnya disesuaikan dengan kondisi pada saat itu. Ketika kondisi tersebut memenuhi syarat atau tidak maka kondisi inilah yang menentukan hukum menikah menjadi wajib, sunnah, mubah, makruh ataupun haram.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

70 − 68 =

Terpopuler

To Top
%d blogger menyukai ini: